Sabtu, 01 Desember 2012

Meningkatkan Motivasi Warga Belajar Kejar Paket dengan Komunikasi Pribadi

Belajar mengajar adalah sebuah komunikasi yang bernilai normatif. Karena belajar mengajar adalah suatu proses yang dilakukan dengan sadar dan bertujuan. Proses belajar mengajar akan berhasil apabila mampu membawa perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai-nilai dalam diri anak didik.



Sebagai makhluk sosial, manusia dalam kehidupannya membutuhkan hubungan dengan manusia lain. Hubungan itu terjadi karena manusia mengajarkan manusia lainnya, ketika sesuatu yang akan dilakukan tidak dapat dikerjakan seorang diri. Kebutuhan yang berbedabeda dan karena saling membutuhkan, membuat manusia cenderung untuk melayani kebutuhan manusia lainnya selain demi kepentingan pribadi.

Setiap kegiatan pembelajaran tenaga pendidik baik di pendidikan formal (tutor) maupun pada pendidikan non formal (tutor) adalah unsur manusiawi dalam pendidikan. Tutor/Tutor hadir untuk mengabdikan diri dan mengamalkan ilmunya kepada anak didiknya (warga belajar). Kehadiran tutor/tutor merupakan kebahagiaan bagi mereka, apalagi bila figur tutor/tutor itu disenangi oleh mereka.

Pada dasarnya bagi tenaga pendidik mengajarkan materi pelajaran kepada peserta didik pada hakekatnya agar dapat membantu anak didik untuk bisa hidup di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan di mana dia berada. Bila peserta didik menyadari hal tersebut dan merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan dan cita-cita maka ia akan berusaha untuk mempelajarinya. Namun bila kembali pada karakteristik anak didik sehubungan dengan aspek-aspek yang melekat pada dirinya yang amat kompleks maka harus dijadikan pilar dasar dalam menentukan strategi pembelajaran yang sesuai sehingga anak mau belajar dengan tidak terpaksa. Kondisi ini biasa banyak ditemukan pada pendidikan non formal baik pada program Paket A, Paket B maupun Paket C.

Bagaimana gambaran komunikasi antar pribadi tutor dan warga belajar Paket B ? 

 1. Komunikasi Antar Pribadi  
Secara umum komunikasi antarpribadi merupakan salah satu bentuk komunikasi yang terjadi antara dua individu atau lebih yang sudah saling mengenal maupun bagi individu-individu yang belum saling mengenal (stranger meeting).
Berdasarkan pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah bentuk komunikasi yang melibatkan saling hubungan antar dua orang atau lebih sebagai proses interaksi sosial langsung antar individu sebagai komunikan dalam upaya mencapai tertentu. 
a. Karakteristik
Berdasarkan berbagai pendapat para ahli dapat dirumuskan beberapa ciri komunikasi antarpribadi yaitu: 
1) spontanitas, dengan media utama adalah tatap muka, 
2) mengakibatkan dampak yang disengaja dan tidak disengaja,
  3) kerap kali berbalasbalasan, 
4) mempersyaratkan hubungan paling sedikit dua orang dengan hubungan bebas dan bervariasi, ada keterpengaruhan, 
5) harus membuahkan hasil, 
6) menggunakan lambang yang bermakna,
 7) dimulai dengan diri pribadi, 
8) bersifat transaksional, mengacu pada tindakan pihak yang berkomunikasi secara serempak menyampaiakan dan menerima pesan, 
9) mencakup aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi, 
10) mensyaratkannya adanya kedekatan fisik antar pihak-pihak yang berkomunikasi,
 11) melibatkan pihak yang saling bergantung satu dengan yang lainnya dalam proses komunikasi.
 
b. Fungsi 
Fungsi komunikasi menurut Susanto (1987: 12), yaitu: 
“ a. Informasi, b. Sosialisasi, c. Motivasi, dan d. Pendidikan.” 

Dalam hal fungsi komunikasi dalam pembelajaran, tidak hanya sebagai komunikator, tetapi juga terpenting adalah sebagai fasilitator (pemberi kemudahan dalam proses belajar) dan motifator yang memberi dorongan dan semangat dalam belajar kepada peserta didik. Untuk melaksanakan fungsinya, pengajar harus mempunyai penguasaan ilmu yang harus diajarkan kepada peserta didik.
 
c. Strategi 
Menurut Fathurrahman, (2007: 41-42) terdapat minimal lima strategi yang dapat dikembangkan dalam upaya membangun komunikasi efektif yaitu, “(1) respek, (2) empati, (3) audible, (4) jelas maknanya dan (5) rendah hati”.  

Bagaimana gambaran motivasi belajar warga belajar Paket B?

2. Motivasi Belajar 
a. Pengertian
Dari beberapa pendapat pengertian belajar dapat diartikan sebagai usaha sadar memperoleh pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap yang merupakan hasil interaksi dengan lingkungan tempat belajar. Jadi arti motivasi belajar merupakan dorongan untuk kegiatan belajar sedangkan belajar perubahan tingkah laku setelah mengalami proses belajar.
 
b. Fungsi 
Menurut De Decce dan Grawford (1974: 24) sedikitnya ada empat fungsi tutor sebagai seorang pengajar yang berkaitan dengan peningkatan motivasi belajar anak didik, yaitu : tutor harus dapat menggairahkan anak didik, memberikan harapan yang realitas, memberikan insentif, dan mengarahkan perilaku anak didik kearah yang menunjang tercapainya tujuan pembelajaran.
 
c. Faktor 
Yang Mempengaruhi Adapun faktor yang dimaksud adalah sebagai berikut: Faktor yang berasal dari diri sendiri (internal).
• Faktor jasmani (fisiologi) baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh. Yang termasuk faktor ini adalah panca indra yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, seperti mengalami sakit, cacat tubuh atau perkembangan yang tidak sempurna, berfungsinya kelenjar tubuh yang membawa kelainan tingkah laku.
• Faktor psikologis, baik yang berfungsi bawaan maupun yang diperoleh, terdiri atas: (a) faktor intelektif yang meliputi faktor potensial, yaitu kecerdasan dan bakat serta faktor kecakapan nyata, yaitu prestasi yang dimiliki, (b) faktor nonintelektif yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu seperti sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, emosi dan penyesuaian diri.
• Faktor kematangan fisik maupun psikis. Faktor yang berasal dari luar diri (eksternal)
• Faktor sosial yang terdiri atas: lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, lingkungan kelompok.
• Faktor budaya, seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. • Faktor lingkungan fisik seperti fasilitas rumah dan fasilitas belajar. • Faktor lingkungan spiritual atau keagamaan.
 
Apakah ada hubungan komunikasi antar pribadi tutor dan warga belajar terhadap
motivasi belajar warga belajar Paket B 

3. Kaitan antara komunikasi antar pribadi tutor dan warga belajar dengan motivasi belajar warga belajar Pada dasarnya dalam kegiatan belajar mengajar, peserta didik memerlukan sesuatu motivasi atau dorongan semangat belajar yang memungkinkan dia berkomunikasi secara baik dengan tutor, teman, maupun dengan lingkungannya guna mencapai prestasi belajar yang memuaskan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa dalam proses belajar mengajar sedikitnya tiga hal yang menentukan keberhasilannya yaitu:  pertama, pengaturan proses belajar mengajar dan cara pengajarannya. Kedua ketergantungan menciptakan situasi komunikasi yang baik sehingga memungkinkan peserta didik untuk belajar, dan yang ketiga pemberian motivasi oleh tutor.  

Sebaiknya seorang tutor harus mampu menciptakan suasana yang respek, menarik perhatian dan menyenangkan warga belajar di dalam kelas. Suasana tenang bisa tercipta apabila memberikan motivasi pada warga belajar dan menggunakan model pembelajaran sesuai dengan materi yang diajarkan.  
 
DAFTAR PUSTAKA
 Ali, Muhammad, 1982, Strategi Penelitian Kependidikan, Bandung: Bina Aksara.
Arifin, A. 1996, Strategi Komunikasi sebuah pengantar ringkasan, Bandung: Armico.
 Arikunto, Suharsimi, 1991, Prosedur penelitian, suatu pendekatan praktek, Jakarta: Rineka Cipta.
 Asies, Furqanul Asies dan A. Chaedar Al-Wasilah, 2000, Pengajaran Bahasa Komunikatif Teori
dan Praktek, Cet, II ; Bandung: Remaja Rosdakarya.
Chaer, Abdul, 2003, Psikolinguistik kajian teoritik, Cet. I; Jakarta: Renika Cipta.
 ________, 2005, Menjadi Tutor Efektif. Cet. I ; Yogyakarta: Hidayat Publishing.
Djamarah, Syaiful Bahri, 2000, Tutor dan anak didik dalam intraksi edukatif, Jakarta: Rineka Cipta.
Fathurrohman, Pupuh, 2007, Strategi mewujudkan pembelajaran bermakna melalui penanaman
konsep umum dan konsep Islami, Cet II; Bandung: Refika Aditama .
Effendy, U.D. 1998, Ilmu komunikasi teori dan praktek, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fisher, B.A. 1986, Teori-teori komunikasi, mekanistis, sikotogis, intraksional dan pragmatis,
terjemahan Soejono Prima, Bandung: Remaja Karya.
Hamalik, Oemar, 2006 Manajemen Pengembangan kurikulum, Cet. II: Bandung: Remaja Rosdakarya.
Harefa, Andrias, 2005, Menjadi manusia pembelajar – On becoming a learner : Pemberdayaan diri, transformasi organisasi dan masyarakat lewat proses pembelajaran, Cet. VII ; Jakarta: Kompas.
Herwono, 2006, Menjadi tutor yang mau dan mampu mengajar secara kreatif. Cet. II Bandung:
Mizan Learning Center.
Hidayat, Kosadi, t. Th,dkk, Evaluasi pendidikan dan penerapannya dalam pengajaran bahasa Indonesia, Bandung: Al-Fabeta. http;///www.budiprasetya.wordpress.com.
Ichtiar Baru-Van Hoeve Hasan Shadily, t.Th Ensiklopedi Indonesia, Jakarta.
Mahsun, 2007, Metode penelitian bahasa, tahapan strategi, metode dan tekniknya, Ed.III : Jakarta: Raja
Grafindo Persada. Munir, 2008, Kurikulum berbasis informasi dan komunikasi, Bandung: Alfabeta. Purwanto, M. Ngalim M.P.2008. Prinsip-prinsip evaluasi pengajaran, Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya. Rahmat, Jalaluddin, 2005, Belajar cerdas, belajar berbasiskan otak. Cet I: Bandung: Mizan
Learning Center.
Sanjaya, 2008, Wina Kurikulum dan pembelajaran :teori dan praktek pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Cet. I : Jakarta: Kencana.
Solihatin, Etin, 2008, Cooperatif learning ; analisis model pembelajaran IPS, Cet : II  Jakarta: Bumi
Aksara. Subana, M. dan Sunarti, t. Th, Strategi belajar mengajar bahasa Indonesia berbagai pendekatan, metode, teknik dan media pengajaran, Cet II : Bandung: Pustaka Setia.
Suderajat, hari, 2004, Implementasi kurikulum berbasis kompetensi, Cet I: Bandung : Cipta Cekas Grafika.
Sujana, Nana, 2006, Penilaian hasil proses belajar mengajar, Cet. 11: Bandung: Remaja
Rosdakarya. Suparlan, Djago dan Henry Guntur Taringan, Teknik Pengajaran keterampilan berbahasa,
Bandung: Angkasa.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2006,  Kamus Besar Bahasa Indonesi, Cet. I, ed.3 : Jakarta:
Balai Pustaka.
Umar. A, 2007, Statistika (Penerapan Praktek belajar Statistika berdasarkan Kompetensi, Fakultas
 Ilmu Pendidikan), Makassar, UNM 

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar